BELAJAR TANPA BATAS, BERBAGI TANPA HENTI – KARENA ILMU SEMAKIN BERHARGA KETIKA DIBAGIKAN

RELIABILITAS TEST-RETEST INSTRUMEN PENELITIAN (BAHASA)


Test-Retest
merupakan salah satu jenis  reliabilitas. Metode jenis ini untuk menguji konsistensi temporal suatu instrumen dengan menggunakannya dua kali dalam kondisi yang serupa tetapi dalam waktu yang berbeda. Jika hasilnya tetap stabil, maka instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi.

Langkah-Langkah

1. Menentukan Instrumen yang Akan Diuji

Instrumen dalam penelitian bahasa bisa berupa:

  • Tes keterampilan berbicara (misalnya wawancara atau presentasi)
  • Tes pemahaman membaca (misalnya soal pilihan ganda)
  • Tes tata bahasa (misalnya soal isian atau tes struktur kalimat)
  • Tes kemampuan menulis (misalnya esai dengan rubrik penilaian)

Contoh Kasus:
Seorang peneliti ingin menguji konsistensi tes menulis yang digunakan untuk menilai kemampuan akademik mahasiswa dalam menulis esai dalam bahasa Inggris.

2. Menentukan Sampel dan Waktu Pengujian

  • Pilih kelompok partisipan yang sama untuk diuji dua kali.
  • Tetapkan interval waktu antara tes pertama (T1) dan tes kedua (T2).
  • Waktu antara tes sebaiknya tidak terlalu dekat (agar tidak ada efek hafalan) dan tidak terlalu jauh (agar tidak ada peningkatan keterampilan yang signifikan). Biasanya, interval 1-2 minggu direkomendasikan.

Contoh Kasus:
Peneliti meminta 30 mahasiswa untuk menulis esai akademik pada minggu pertama (T1) dan mengulang tugas menulis yang sama pada minggu ketiga (T2).

3. Melaksanakan Tes Pertama (T1) dan Tes Kedua (T2)

  • Pastikan kondisi kedua tes seidentik mungkin (instruksi, waktu pengerjaan, rubrik penilaian).
  • Jika menggunakan tes berbicara, rekam sesi wawancara pertama dan lakukan wawancara kedua dengan pertanyaan yang serupa.
  • Jika menggunakan tes menulis, gunakan topik yang sama atau dengan kompleksitas yang serupa.

Contoh Kasus:
Dalam tes pertama (T1), mahasiswa menulis esai 500 kata tentang dampak media sosial terhadap pembelajaran bahasa. Dua minggu kemudian (T2), mereka diminta menulis esai dengan tema yang sama tetapi tanpa melihat tulisan sebelumnya.

4. Menganalisis Hasil Tes Pertama dan Kedua

Gunakan metode statistik untuk mengukur korelasi antara hasil T1 dan T2:

  • Koefisien Korelasi Pearson (r): Digunakan jika data berskala interval atau rasio.
  • Koefisien Korelasi Spearman (ρ): Digunakan jika data ordinal (misalnya peringkat skor dalam rubrik).

Kriteria interpretasi korelasi:

  • r = 0.80 – 1.00 → Reliabilitas tinggi
  • r = 0.60 – 0.79 → Reliabilitas sedang
  • r = 0.40 – 0.59 → Reliabilitas rendah
  • r < 0.40 → Reliabilitas sangat rendah

Contoh Kasus:
Peneliti menggunakan Koefisien Korelasi Pearson untuk membandingkan skor esai mahasiswa antara T1 dan T2.
Jika diperoleh r = 0.85, maka instrumen tes memiliki reliabilitas tinggi.

 5. Menarik Kesimpulan

Jika hasil korelasi menunjukkan angka yang tinggi (di atas 0.80), instrumen dapat dianggap stabil dan reliabel. Jika korelasinya rendah, perlu dilakukan perbaikan instrumen, seperti memperjelas instruksi atau meningkatkan kejelasan kriteria penilaian.

Contoh Kesimpulan:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes menulis memiliki reliabilitas r = 0.85, sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen ini cukup stabil dalam mengukur kemampuan menulis mahasiswa secara konsisten.

Uji reliabilitas Test-Retest dalam penelitian bahasa memastikan bahwa alat ukur memiliki konsistensi hasil dari waktu ke waktu. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, peneliti dapat mengevaluasi stabilitas instrumen mereka dan memastikan bahwa perbedaan hasil bukan disebabkan oleh ketidakkonsistenan alat ukur.

 

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "RELIABILITAS TEST-RETEST INSTRUMEN PENELITIAN (BAHASA)"

Posting Komentar