Errors dan Mistakes dalam Pembelajaran
Pendahuluan
Dalam
konteks pembelajaran bahasa, pembelajar sering melakukan penyimpangan dari
aturan bahasa yang benar. Penyimpangan ini dapat dikategorikan menjadi mistakes
dan errors. Meskipun sering digunakan secara bergantian dalam percakapan
sehari-hari, istilah ini memiliki perbedaan yang signifikan dalam kajian
linguistik (Corder, 1967; Brown, 2007; Ellis, 1997). Perbedaan ini penting bagi
guru untuk menentukan strategi koreksi yang tepat dan bagi peneliti untuk memahami
perkembangan interlanguage pembelajar.
Definisi dan Karakteristik
Mistakes
Mistakes adalah kesalahan yang terjadi
karena faktor sementara, seperti kurang konsentrasi, kelelahan, atau
tergesa-gesa. Brown (2007) menyatakan bahwa mistakes adalah kegagalan
untuk menggunakan sistem bahasa yang sudah diketahui dengan benar.
Karakteristik mistakes meliputi:
- Bersifat tidak sistematis
- Dapat diperbaiki sendiri
oleh pembelajar
- Terjadi pada level performa,
bukan kompetensi
Contoh:
Seorang mahasiswa mengatakan:
“She go
to school every day.”
Lalu segera memperbaiki menjadi:
“She goes to school every day.”
Kesalahan
ini menunjukkan bahwa pembelajar memahami aturan subject-verb agreement,
tetapi mengalami “slip” saat berbicara.
Errors
Berbeda
dengan mistakes, errors adalah kesalahan yang mencerminkan kekurangan
dalam kompetensi bahasa. Corder (1967) menjelaskan bahwa errors
penting karena mereka mengungkapkan sistem bahasa internal pembelajar (interlanguage).
Ellis (1997) menambahkan bahwa errors bersifat sistematis, tidak
disadari oleh pembelajar, dan tidak dapat diperbaiki tanpa intervensi guru.
Contoh:
“She go
to school every day.”
Perbedaan Utama
|
Aspek |
Mistake |
Error |
|
Sumber |
Performa sementara |
Kompetensi (keterbatasan
pengetahuan) |
|
Sistematis |
Tidak sistematis |
Sistematis dan konsisten |
|
Kesadaran |
Disadari oleh pembelajar |
Tidak disadari |
|
Perbaikan |
Dapat diperbaiki sendiri |
Memerlukan intervensi guru |
|
Level |
Performance (performa) |
Competence (kompetensi) |
Implikasi Pedagogis
Pemahaman
perbedaan antara errors dan mistakes membantu guru dalam
merancang strategi pengajaran yang efektif (Ellis, 2008). Mistakes
biasanya cukup dengan prompting atau koreksi ringan, sementara errors
memerlukan penjelasan, latihan, dan umpan balik yang lebih terstruktur. Selain
itu, errors dapat menjadi indikator perkembangan interlanguage
pembelajar, sehingga memiliki nilai diagnostik dalam pembelajaran bahasa.
Kesimpulan
Secara
ringkas, mistakes adalah kesalahan karena faktor sementara dan dapat
diperbaiki sendiri, sedangkan errors adalah kesalahan karena
ketidaktahuan atau pemahaman yang salah terhadap aturan bahasa. Pemahaman yang
tepat terhadap perbedaan ini penting untuk pengajaran bahasa yang efektif dan
untuk analisis perkembangan bahasa pembelajar.
Daftar Pustaka
Brown, H.
D. (2007). Principles of language learning and teaching (5th ed.).
Pearson Education.
Corder,
S. P. (1967). The significance of learners’ errors. International Review of
Applied Linguistics in Language Teaching, 5(4), 161–170. https://doi.org/10.1515/iral.1967.5.1-4.161
Ellis, R.
(1997). Second language acquisition. Oxford University Press.
.png)
0 Response to "Errors dan Mistakes dalam Pembelajaran"
Posting Komentar